Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2009

Yusuf Islam Ajak Paul McCartney dalam Album Terbarunya


Los Angeles: Yusuf Islam atau lebih dikenal dengan nama Cat Steven akan melanjutkan albumnya yang sudah tertunda sejak 2006, dengan judul “An Other Cup”.

“Saya menulis banyak lagu dan terinspirasi dari berbagai hal,” ujar Yusuf, yang mengadopsi nama muslim sejak tahun 1978 ini. “Setelah rekaman, banyak orang ingin mendengarkan lagu ini dengan instrumen yang sederhana, jadi ya dengan gitar saja.”

Salah satu lagu dari album ini, berjudul “Boots & Sand” akan masuk suara Paul McCartney dan Dolly Parton. Sementara Michelle Branch dan Gunnar Nelson mengisi trek pada lagu berjudul “To Be What You Must”.

Sementara lagu yang berjudul “Boost” sudah ditulis Yusuf tahun 2004, saat Yusuf menyangkal dirinya masuk Amerika Serikat, ketika ada kesalahan mengidentifikasi teroris 9/11 yang tidak ikut terbang, yang namanya ada dalam daftar penumpang pesawat.Yusuf yang menggunakan Pro Tools --merupakan piranti lunak digital audio- sangat berterimakasih dengan anaknya, Yoriyos yang memberikan semangat kepadanya untuk merekam lagu-lagunya dengan komputer di studio rumahnya di London. “Dia mempunyai pendengaran yang bagus,” ujar Yusuf. “Saya paham apa yang dia ingin kreasikan.”

Pesona Dido di Safe Trip Home


Jangan dengarkan album ini saat bersama rekan-rekan Anda. Dengarkan saat Anda sendiri di sebuah ruang dengan lampu kuning kecil menyala. Mulailah dengan lagu kedua, Quiet Times. Setelah itu, silakan Anda melompat ke lagu keempat, Grafton Street. Kemudian, terus ikuti hingga akhir.

Seraya melakukan hal itu, resapi setiap liriknya. Tak salah jika Anda menyimpulkan inilah goresan kesedihan penyanyi cantik asal Inggris, Dido Florian Cloud de Bounevialle O'Malley Armstrong atau yang lebih dikenal dengan Dido. Sukses di album pertama dan kedua, Dido kembali dengan album Safe Trip Home. Dia selalu membawa tema cinta yang, berbeda dengan orang lain yang selalu melihatnya sebagai keindahan, justru merupakan kisah muram--walau tak sampai terdengar mencekam.

Album bersampul gambar astronot melayang di angkasa--foto dari astronot Bruce Mccandless II, yang diambil dari pesawat ulang alik STS-41-B--ini terdiri atas 11 lagu. Durasinya hampir 50 menit. Dido menulis hampir semua liriknya, di beberapa lagu dia bekerja sama dengan adiknya, Roro Armstrong.

Album ini lahir sebagai curahan perasaan hampa di dalam diri Dido saat ayahnya wafat pada 2006. Semua lagu disajikan dengan tempo seperti gambar astronot di sampul: lambat dan melayang. Hanya lagu pembuka, Don't Believe in Love, yang dihadirkan dengan tempo sedikit cepat.

Selain menyanyi, Dido memainkan keyboard dan gitar. Pada The Day Before the Day, permainan gitarnya lembut, cenderung seperti menghilang di belakang vokal, yang kemudian disusul iringan keyboard masuk perlahan. Tapi, justru dengan lirihnya gitar, Dido membawa pendengarnya ke dalam keputusasaan cinta.

Dengan suasana hati yang galau pula dia membawa kita untuk hidup normal dan damai, menjauh dari kepongahan perang, dalam Let's Do the Thing We Normally Do. Detail instrumen pengiring seperti suara gitar, perkusi, dan suara genit keyboard menambah warna dari lagu ini.

Semakin mendekati akhir dari album ini, dalam Burnin Love, Dido seperti ingin mati, terkulai lemas, menggapai ayahnya yang sangat dia cintai. Northern Skies merupakan pilihan bagus untuk mengakhiri album ini. Dido menyanyikan larik: For once there was beauty here for me/Under the wide northern skies--kata-kata sederhana dengan alunan musik yang semakin melambat hilang.

Melalui album yang terasa benar mengutamakan kedalaman dan tekstur ini, kesendirian dan kesepian Dido toh tetap mampu membuat pendengarnya merasa nyaman.

Selasa, 24 Juni 2008

ENYA



Enya



Enya, lahir pada 17 Mei 1961, mempunyai nama asli Eithne Ní Bhraonáin (yang dibaca Enya Brennan) adalah musisi solo Irlandia terbaik yang pernah ada. Enya sebenarnya terdiri dari 3 orang: Enya sendiri, yang menyusun dan memainkan musik; Nicky Ryan, sebagai produser; dan Roma Ryan, yang menulis lirik dalam berbagai bahasa.

Eithne, bekerja dengan Nicky dan istrinya Roma, mereka merekam dua lagu instrumental berjudul "An Ghaoth Ón Ghrian" ("The Solar Wind") dan "Miss Clare Remembers" yang dirilis pada 1984 dalam album kompilasi Touch Travel. Eithne mulai ditulis dengan Enya setelah menulis beberapa lagu untuk film The Frog Prince pada tahun 1984. Dia juga dikontrak untuk menyediakan musik untuk soundtrack dokumenter televisi The Celts pada tahun 1986. Musik yang ia produksi mulai diperkenalkan dalam album solo perdananya, Enya (1987) namun hanya mengundang sedikit perhatian pada saat itu.

Enya meraih kesuksesan besar dalam karirnya pada tahun 1988 dengan album Watermark, yang berisikan lagu hit "Orinoco Flow" ("Sail Away"). "Orinoco Flow" menempati puncak tangga lagu di Inggris, dan albumnya terjual delapan juta kopi. Tahun 1991 dia mengeluarkan album hit berikutnya: Shepherd Moons, yang terjual sepuluh juta kopi dan membuat Enya meraih penghargaan Grammy Award pertamanya. Meskipun meraih Grammy Award untuk "Album New Age Terbaik", Enya sendiri tidak mengklasifikasikan musiknya kedalam aliran tersebut. Pada tahun 1992 Enya me rilis ulang Album Enya dengan title The Celts. Dan empat tahun kemudian, Enya kembali mendapatkan Grammy Award untuk albumnya The Memory Of Trees (1995).

Pada 1997, Enya merilis koleksi hits terbaiknya Paint The Sky With Stars: The Best of Enya, yang berisikan dua lagu baru. Dia pernah ditawarkan kesempatan untuk menyusun lagu untuk soundtrack film James Cameron, Titanic, pada tahun 1997, namun Enya menolaknya. Yang kemudian Cameron meminta komponis James Horner untuk mengadaptasi gaya Enya untuk lagunya. Yang hasilnya sangat mirip dengan hasil Enya sehingga beberapa sumber secara tidak sengaja melakukan kesalahan dengan menuliskan Enya sebagai penulis lagu-lagu tersebut.

Setelah penungguan lama selama lima tahun, Enya merilis A Day Without Rain pada tahun 2000. Album ini pun meraih pengghargan Grammy untuk kategori yang sama Album New Age Terbaik. Setelah serangan 11 September 2001, lagunya "Only Time" (dari A Day Without Rain) sering digunakan sebagai latar belakang pada sejumlah laporan radio dan TV mengenai serangan tersebut.

ALBUM

· Enya (1987)

· Watermark (1988)

· Shepherd Moons (1991)

· The Celts (1992)

· The Memory of Trees (1995)

· Paint The Sky With Stars (1997)

· A Day Without Rain (2000)

· Amarantine (2005)

· Amarantine Special Christmas Edition (2006